7 jenis tangisan..

Ada 7 jenis tangisan.

Hanya satu yang ALLAH suka.

bererti 6 lagi, bagaimana?

memang betul, bila ada orang menangis gembira; menyangkakan dirinya kuat dan bukan lemah. Betul tanggapan tu. Tiada salah memberi pendapat, menangis bukan bererti lemah; tetapi apa gunanya sekiranya bukan satu daripada 7 tangisan yang ALLAH suka.
Allah hanya suka satu sahaja.

memang betul pendapat mereka, bila ada orang menangis dalam keadaan egois, pendapatnya ditolak; bersangka pendapatnya yang terbaik.

Dalam konteks ini mengajar umat ini jadi degil tak tentu arah.

Sebab dalam mesyuarat yang diadakan nabi dengan sahabatnya ; mahupun dengan isteri-isteri baginda; adab mesyuarat orang Islam bebeza dengan orang Yahudi dan Nasara ; mereka tiru orang Islam dan modified.

Orang Islam, setiap individu yang beri idea atau pandangan, kena beri yang terbaik, dalam masa yang sama kena anggap syor atau cadangan orang lain lebih baik daripada dirinya. Dan Tiada majoriti dan minoriti disandarkan untuk pengerusi atau ketua memutuskan keputusan. Tiada bangkang membangkang. Ini lah Islam.

Kita menangis kerana syor kita ditolak, dan kita menekan syor.

Syaidina Umar menyesal sampai ke akhir hayatnya berhubung menekan syor ;

Nabi s.a.w. pernah beritahu ; penangis terbaik dan tiada tandingan adalah Nabi Adam a.s.; mengakui kelemahan sebagai hamba.

Saya berpendirian kepada alim ulamak yang menyatakan 7 jenis tangisan dalam dunia ini, hanya 1 disukai ALLAH. Apabila manusia mengakui yang dia lemah dan ALLAH yang kuat.

Kalaulah kuat, tak perlu menangis.

Maksud cekal, bukan bererti menangis mengakui diri kuat. Cekal dalam pengharapan kepada ALLAH.

Cuba banyak dengar atau membaca, berhubung dengan ungkapan-ungkapan nabi, sahabat nabi dalam setiap tangisan yang mereka tangisi. Kepada yang kuat.

Kuat dengan Kuat , apa jadi? siapa hamba dan siapa yang diperhambakan.

Hamba sentiasa dalam berdosa, walaupun apa keadaan sekalipun. Jadi memohonlah kepada ALLAH yang Kuat.

Lemah memang lemah, terima hakikat lemah.

Syadat tak mengakui lemah; hakikatnya lemah
Firaun tak mengakui lemah; hakikatnya lemah, banyak kisahnya.
Namrud tak mengakui lemah, hakikatnya lemah, banyak kisahnya.

Senyum


1. Senyum itu tanda kemesraan, diberi kepada manusia dianggap sedekah. Ketawa itu lambang kelalaian. Selalu dilakukan hati akan mati. Dibuat di hadapan manusia menghilangkan maruah diri.

2. Setiap kesalahan yang dilakukan jadikanlah pengajaran, insaflah ini tanda kelemahan diri, kesalilah keterlanjuran itu dan berazamlah tidak mengulanginya lagi.

3. Syukur nikmat dan sabar di dalam ujian amat mudah diucapkan tetapi amat sulit dilaksanakan.

4. Kesenangan dan kemewahan selalunya membawa kepada kesombongan dan kelalaian. Kesusahan dan penderitaan itu, selalunya membawa kekecewaan dan putus asa, kecuali orang yang mukmin.

5. Di antara tanda-tanda orang-orang yang sombong itu cepat melahirkan sifat marah, suka memotong percakapan orang, suka bermujadalah yakni bertegang leher, nampak di mukanya rasa tidak senang jika ada orang yang lebih darinya di satu majlis, bercakap meninggikan suara, pantang ditegur, tidak ada tanda-tanda kesal di atas kesalahan.

6. Orang yang sudah hilang sifat marah - dayus, cepat melahirkan sifat marah - lemah mujahadah. Orang yang ada sifat marah tapi dapat disembunyikan kecuali di tempat-tempat yang munasabah inilah manusia normal.

7. Tahu diri kita hamba itu adalah ilmu, merasa diri kita itu hamba itu penghayatan, yang kedua inilah akan lahir sifat tawaduk,
malu, khusyuk, takut, hina dan lain-lain lagi sifat kehambaan.

8. Jika kita mengingati dosa, kita tidak nampak lagi kebaikan kita, apatah lagi untuk dibanggakan.

9. Lahirkan kemesraan kita sesama manusia kerana itu adalah haknya tapi jangan putus hati kita dengan Allah, ini adalah hakNya pula.

10. Apabila rasa senang dengan pujian, rasa sakit dengan kehinaan menunjukkan kita ada kepentingan peribadi, tanda kita tidak ikhlas membuat kebaikan.

10 Permintaan Iblis Kepada Allah SWT

“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan”. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan” (QS. Al-lsra :64).

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka la jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman, “Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaithan. ” (QS. Al-lsra:27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “Silakan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikit pun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.”

Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat: “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT ” (QS. Hud : 118 - 119). Juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab: 38).

Iblis lalu berkata: ” Wahai Rasul Allah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.”